Rabu, 25 Januari 2012

Facebook & Twitter: Google 'Don't be evil'




Facebook, Twitter dan MySpace, telah menciptakan sebuah tool yang mengarahkan perhatian pengguna terhadap hasil pencarian Google, yang dianggap berat sebelah.

Dilansir Telegraph, Rabu (25/1/2012), add-on browser ini hanya bekerja untuk pengguna Firefox, yang disebut sebagai 'Don't be evil'. Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk menghentikan raksasa pencarian yang mempromosikan jejaring sosialnya sendiri yakni Google+, ke puncak pencarian web orang lain.

Awal bulan ini, Google mengumumkan update pencarinya yakni 'Search Plus Your World', yang berarti pengguna akan lebih banyak melihat link ke Google+, ketika melakukan pencarian di web.

Ini merupakan contoh terbaru dari Google yang mempromosikan layanan pendukungnya melalui pencarian. Praktek tersebut, saat ini sedang diselidiki oleh otoritas persaingan Eropa.

Untuk menciptakan add-on browser 'Don't be evil' ini, para engineer di Twitter, Facebook dan MySpace telah bekerjasama dengan beberapa pengembang dari Firefox.

Sementara ketiga jejaring sosial tampak tegas mengkritik, tapi raksasa pencarian sampai saat ini belum berkomentar apa pun terhadap aksi tersebut.

Sebelumnya Google juga telah menerima kritik untuk 'Search Plus Your World dari Alex Macgillivary, penasihat umum Twitter. Dia mengkritik langkah Google, dengan mengatakan hal tersebut sebagai 'hari yang buruk bagi Twitter'.

Secara resmi, Twitter juga mengirimkan pernyataan berisi kekecewaan atas kurangnya integritas Google. "Selama bertahun-tahun, orang telah mengandalkan Google untuk memberikan hasil yang paling relevan. Itu buruk bagi orang, penerbit, organisasi berita dan juga pengguna twitter."

Saat itu menurut TechCruncuh, Google yang menanggapi kritik dengan sebuah posting di halaman resmi Google+, dan mengaku terkejut dengan tanggapan Twitter.
"Kami sedikit terkejut dengan komentar Twitter tentang 'Search plus Your World', karena mereka memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan dengan kami musim panas lalu," sebut pernyataan Google.

Sebelumnya, Google dan Twitter memiliki kesepakatan yang memasukkan tweet ke hasil pencarian real time Google. Namun kontrak antara kedua perusahaan tersebut sudah berakhir pada Juli tahun lalu, sehingga Google terpaksa mengosongkan tempat pencarian real-time.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar